Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dalam perkembangannya sejak didirikan mengalami beberapa kali perubahan status dan hierarki. Pada awal berdirinya tahun 1971, lembaga ini diberi nama Research Center Udang (RCU) dan secara hierarki berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Departemen Pertanian. Sasaran utama lembaga ini adalah meneliti siklus hidup udang dari telur hingga dewasa secara terkendali dan dapat dibudidayakan dilingkungan tambak.
Pada tahun 1977, RCU diubah namanya menjadi Balai Budidaya Air Payau (BBAP) yang secara struktural berada dibawah Direktorat Jenderal Perikanan - Departemen Pertanian. Pada periode ini, jenis komoditas yang dikembangkan selain jenis udang juga ikan bersirip, ekinodemata dan moluska air. Momentum yang menjadi pendorong bagi perkembangan industri udang secara nasional berawal dari keberhasilan yang diraih BBAP dalam produksi benih udang secara massal, khususnya benih udang windu pada tahun 1978. Pada saat itu diawali dengan diterapkannya teknik pematangan gonad induk udang dengan cara ablasi mata, sehingga salah satu kendala dalam penyediaan induk matang telur sudah dapat teratasi.
Pada tahun 2000 setelah terbentuknya Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan, keberadaan BBAP masih dibawah Direktorat Jenderal Perikanan. Akhirnya pada bulan Mei 2001, status BBAP ditingkatkan menjadi Eselon II dengan nama Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau dibawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan.
Program Broodstock Center Udang untuk komoditas air payau prioritas utama tertuju pada keluarga udang penaeid lokal diantaranya udang windu (Peneaeus Monodon) dan jenis udang lokal lain yang bernilai ekonomis tinggi antara lain P.indicus. Prioritas kedua adalah udang panaeid introduksi (impor dari luar negeri) dan untuk sementara dipilih jenis udang rostris (Litopenaeus Stylirostris) dan udang vannamei (Panaeus Vannamei). Udang-udang tersebut dibenihkan kemudian dipelihara dalam tambak dan atau dalam bak beton menjadi induk hingga beberapa generasi (keturunan/filial). Hasil akhir berupa induk-induk unggul untuk memenuhi kebutuhan pembenihan masyarakat maupun industri. Dasar Pendekatan dalam kegiatan produksi dan reproduksi induk diawali dari pembenihan dan dilanjutkan dengan pembesarannya.
Situs BBPBAP Jepara saat ini dilengkapi dengan fasilitas forum yag ditujukan untuk semua kalangan, juga ruang khusus untuk downlad brosur dan leaflet. Kami mengudang anda untuk bergabung pada forum kami dengan harapan situs ini dapat lebih bermanfaat kedepannya.
Selamat Datang Pengunjung...
Sebelumnya kami mohon maaf, karena penambahana fasilitas dan beberapa perbaikan, web kami sempat mengalami 'Down' beberapa waktu lalu.
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dalam perkembangannya sejak didirikan mengalami beberapa kali perubahan status dan hierarki. Pada awal berdirinya tahun 1971, lembaga ini diberi nama Research Center Udang (RCU) dan secara hierarki berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Departemen Pertanian. Sasaran utama lembaga ini adalah meneliti siklus hidup udang dari telur hingga dewasa secara terkendali dan dapat dibudidayakan dilingkungan tambak.
Percepatan pemecahan masalah dalam skala nasional dan sangat spesifik dapat dicapai melalui kerjasama dan peningkatan SDM dengan institusi luar negeri. Beberapa proyek kerjasama yang telah dilaksanakan adalah: