
Kegiatan pembenihan pada dasarnya mengupayakan agar dapat menguasai siklus reproduksi hewan yang menjadi sasaran kultivasi, serta dapat mengendalikan reproduksi sehingga dapat diatur sesuai kebutuhan. Oleh karena itu rekayasa teknologi pembenihan selalu diawali oleh kegiatan pemeliharaan calon induk.
PEMBENIHAN IKAN TIDAK BERSIRIP / NON FIN-FISHKelompok Pembenihan Ikan Tidak Bersirip di BBPBAP menangani beberapa komoditas, antara lain :
• Udang Windu
(penaeus monodon)• Udang Galah
(macrobrachium resenbergii)• Udang Putih
(penaeus merguiensis)• Kepiting Bakau
(Scylla sp.)• Rajungan
(portunus pelagicus)• Udang Rostris
(litopenaeus stylirostris)Secara umum kelompok ini menangani kegiatan :
• Domestikasi calon induk
• Pematangan gonad
• Pemeliharaan larva
• Pendederan / pentokolan
• Pengujian mutu benih

Kelompok Pembenihan Ikan Tidak Bersirip mengemban tugas dalam hal pengembangan teknologi pembenihan komoditas air payau yang dinilai potensial dari segi teknis dan secara ekonomis nantinya akan diterima pasar. Untuk merealisasikan tugas tersebut telah banyak dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak lain ataupun swasta. Sampai akhir tahun 2001 telah diimpor sekitar 800 pasang induk udang L. Stylirostris dan telah berhasil memproduksi benih serta dikaji-lapang di tambak ujicoba BBPBAP dengan hasil panenan yang cukup memuaskan yaitu 10 ton / ha / musim tanam. Kegiatan pengembangan teknologi pembenihan untuk menemukan teknik yang lebih mapan khususnya udang L. Stylirostris memang masih terus berlanjut, disamping jenis - jenis lain yang teknologinya sudah mapan.
PEMBENIHAN IKAN BERSIRIP / FIN-FISHKelompok Kegiatan Pembenihan Ikan Bersirip berfungsi dalam mengkaji dan menerapkan teknologi produksi benih ikan bersirip menjadi bentuk lebih sederhana yang siap diaplikasikan pada masyarakat.
Kegiatan - kegiatan yang dilakukan meliputi:
• Domestikasi calon induk
• Pematangan gonad
• Pemeliharaan larva
• Pengujian mutu benih

Dalam kegiatan produksi benih ikan, terutama yang masih sangat sulit berkembang biak di bak terkendali diupayakan dengan berbagai teknik, sehingga dapat memperoleh ketersediaan larvanya. Untuk memacu pematangan gonad induk ikan, juga dilakukan dengan rangsangan berbagai jenis hormon. Teknik produksi benih ikan dikembangkan untuk mencapai efisiensi yang maksimum. Sedangkan diseminasi teknologinya diupayakan agar produksi benih secara buatan ini mampu memenuhi kebutuhan benih untuk budidaya. Komoditas jenis ikan bersirip yang dikerjakan meliputi :
• Kerapu Macan
(epinephelus fuscoguttatus)• Kerapu Lumpur
(epinephelus suillus)• Kerapu Bebek
(cromileptes altivelis)• Kakap Putih
(lates calcarifer)• Bandeng
(chanos chanos forskal)• Baronang
(siganus sp.)Ikan bandeng sejak lama dipelihara oleh petani tambak terutama di pantai laut Jawa. Saat ini hasilnya selain untuk konsumsi, juga untuk memenuhi kebutuhan penangkapan ikan tuna, yaitu sebagai umpan. Kegiatan budidaya ikan bandeng di tambak terpacu oleh permintaan pasar yang tinggi. Anstisipasinya penyediaan benih (nener) harus mencukupi. Keterbatasan benih dari alam menuntut agar upaya pembenihan buatan dapat berperan.
Teknik induksi hormonal bagi calon induk bandeng telah nyata membantu ovulasi telur dari induk bandeng yang telah matang gonad. Ini merupakan awal sukses pembenihan bandeng. Setelahn pemijahan dapat berlangsung dengan baik, selanjutnya teknik pemeliharaan larva perlu penanganan. Sampai sekarang pemeliharaan larva hingga menjadi nener telah menunjukkan hasil dan diterapkan oleh petani walaupun beberapa penyempurnaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kelangsungan hidupnya.