TRAINING COURSE ON BMP IMPLEMETATION AT TRADITIONAL SHRIMP CULTURE
Main Center for Brackishwater Aquaculture Development, Jepara 5th - 24th November 2007
Background
Shrimp Aquaculture has been a tremendous business among other aquacuture species. Through export activities, million of dollars have been earned to support the country's development. The shrimp business has also provided jobs, direcly and in related business such as processing, equipment supplies and others.
Around 400.000 Ha. are available for shrimp culture ponds, located around coastal areas. Based on the technology, traditional ponds comprised of 80% total area of shrimp pond in Indonesia. Tradirional pond mainly operated by small holder farmer that occupied coastal area. Shirm culture activities,therefore provided jobs for lowto middle level economic in the population. The situationhas fall to worst dueto disease problems,mainly viral disease,causing shirmp mortalities. This led farmers in very hard condition, and most of them change their activities to culture fish species just to provide their basic income.
The training is part of the technology transfer program for shrimp production with emphasized on disease control. In this part, shrimp farmer and technician belongs to Provincia/district fisheries services were trained how to culture shrimp with proper technology that already studied and proved to be effective to control disease.
The training will be conducted for Field Facilitators from the IFC Bireuen shrimp farm project, from 5th - 24th November 2007.
Objectives The aims of the training course are :
To understand basic knowledge of Better Management Practices (BMP's) in traditional shrimp culture operation
To enhance technical capabilities among Field Facilitators in shrimp culture
To change in mind set how to solve their problems in shripm culture with emphasized on preventive methods
Program Broodstock Center Udang untuk komoditas air payau prioritas utama tertuju pada keluarga udang penaeid lokal diantaranya udang windu (Peneaeus Monodon) dan jenis udang lokal lain yang bernilai ekonomis tinggi antara lain P.indicus. Prioritas kedua adalah udang panaeid introduksi (impor dari luar negeri) dan untuk sementara dipilih jenis udang rostris (Litopenaeus Stylirostris) dan udang vannamei (Panaeus Vannamei). Udang-udang tersebut dibenihkan kemudian dipelihara dalam tambak dan atau dalam bak beton menjadi induk hingga beberapa generasi (keturunan/filial). Hasil akhir berupa induk-induk unggul untuk memenuhi kebutuhan pembenihan masyarakat maupun industri. Dasar Pendekatan dalam kegiatan produksi dan reproduksi induk diawali dari pembenihan dan dilanjutkan dengan pembesarannya.
Situs BBPBAP Jepara saat ini dilengkapi dengan fasilitas forum yag ditujukan untuk semua kalangan, juga ruang khusus untuk downlad brosur dan leaflet. Kami mengudang anda untuk bergabung pada forum kami dengan harapan situs ini dapat lebih bermanfaat kedepannya.
Selamat Datang Pengunjung...
Sebelumnya kami mohon maaf, karena penambahana fasilitas dan beberapa perbaikan, web kami sempat mengalami 'Down' beberapa waktu lalu.
Percepatan pemecahan masalah dalam skala nasional dan sangat spesifik dapat dicapai melalui kerjasama dan peningkatan SDM dengan institusi luar negeri. Beberapa proyek kerjasama yang telah dilaksanakan adalah:
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dalam perkembangannya sejak didirikan mengalami beberapa kali perubahan status dan hierarki. Pada awal berdirinya tahun 1971, lembaga ini diberi nama Research Center Udang (RCU) dan secara hierarki berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Departemen Pertanian. Sasaran utama lembaga ini adalah meneliti siklus hidup udang dari telur hingga dewasa secara terkendali dan dapat dibudidayakan dilingkungan tambak.