PERESMIAN UNIT PEMBENIHAN UDANG BBPBAP JEPARA DI DESA BANDENGAN KAB. JEPARA
Balai Besar Pengembangan Budiadaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Sebagai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah lembaga yang paling memungkinkan untuk menjadi motifator dalam memproduksi benih bebas virus. Selain sumber daya yang tersedia, fasilitas baik sarana dan prasarana produksi maupun laboratorium sangat memadai untuk kegiatan tersebut. BBPBAP Jepara sebagai rujukan teknologi budidaya udang, tidak hanya terfokus pada perekayasaan teknologi, namun berfungsi sebagai unit produksi. Kegiatan tidak hanya memproduksi benih namun berfungsi sebagai NAUPLIUS CENTER, untuk didistribusikan kepada masyarakat dan hatchary skala rumah tangga. Kapasistas produksi adalah salah satu ukuran layak atau tidaknya sebuah unit pembenihan dikelola secara optimal. Adapun. kapasistas produksi yang ditargetkan menghasilkan sejumlah benih untuk memenuhi kebutuhan petambak dan menutup seluruh komponen operasional yang dikeluarkan. Operasional unit pembenihan semestinya juga mengacu pada karidor-karidor CPIB untuk kepentingan sertifikasi.
Bila dikalkulasi secara menyeruh, untit pemebenihan udang windu di BBPBAP Jepara telah memenuhi segala pesyaratan untuk menghasilkan benih bebas penyakit, hanya kapasistas produksi yang dihasilkan sangat terbatas, dan tentunya sangat jauh dari mencukupi untuk memenuhi penyediaan benih terkait peningkatan produksi 353%. Peningkatan kapasistas dapat dilakukan dengan pola intesifikasi maupun perluasan unit produksi, namun cara pertama membawa resiko lebih tinggi karena beban media yang sulit dikendalikan bila menghadapi masalah tenis. Perluasan unit produksi menjadi pilihan yang lebih rasional kerena teknologi yang menyertainya masih dapat dipertahankan pada ukuran yang applicable. Perluasan unit dapat dilakukan dengan menambah beberapa komponen fasilitas pada unit yang sudah ada ataupun menambah unit lokasi lain karena adanya beberapa keuntungan komperatif terutama pada kesesuian lokasi.
Perluasan pada unit yang sudah ada cukup memungkinkan, namun akan membawa konsekuensi pada tata letak bangunan secara keseluruhan yang tentunya menjadi tidak teratur. Dilihat dari peruntukannya, unit yang tersedia saat sekarang banyak digunakan untuk kegiatan multi ”purpose”. Sehingga pengelolaan kearah biosecurity yang optimal akan banyak mengalami hambatan. Perluasan pada lokasi lain sepertinya kan bernilai positif karena beberapa lokasi yang diamati untuk rencana perluasan relative lebih baik. Pada lokasi yang baru kegiatan akan terfokus pada satu komoditas yakni udang, sehingga pengelolaan juga skan lebih terfokus dan relative lebih mudah.
Unit pembenihan udang sebagai ”Perluasan Kegiatan Produksi Benih Unggul ” yang diamati berlokasi di pantai Bandengan Jepara. Terletak sekitar 8 km dari kota Jepara ataupun BBPBAP Jepara. Secara fisik kondisi perairan lebih jenih karena terletak cukup jauh dari sungai. Unit pembenihan tersebut dibangun tahun 1988, dengan luas wilayah 12.390 M2 , serta kapasitas terpasang 20 juta ekor benih/siklus atau sekitar 120-150 juta ekor/tahun. Kondisi bangunan masih cukup baik, namun memerlukan beberapa perbaikan baik dari sisi konstruksi, jaringan air dan listrik, pompa air serta fasilitas-fasilitas pendukung produksi yang lain. Disana terdapat juga lahan kosong dengan luasan sekitar 4.000 M2 yang dapat digunkan untuk menambah fasilitas bila sewaktu waktu dibutuhkan.






