1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

APLIKASI PROBIOTIK PADA KEGIATAN USAHA PERIKANAN BUDIDAYA : Salah Satu Faktor Untuk Meningkatkan Produktivitas Hasil Budidaya Ikan/Udang Yang Berwawasan Lingkungan

PDF Cetak Surel

Ditulis oleh Darmawan Adiwidjaya

probiotikPergeseran lingkungan secara menyeluruh di kawasan pertambakan di Indonesia yang merupakan kawasan budidaya udang masih dipandang sebagai faktor yang tidak diperhitungkan. Timbulnya permasalahan plankton yang tidak stabil pada tarap awal akan memberikan tingkat kelangsungan hidup udang yang rendah, pertumbuhan yang tidak maksimal dan mendorong terhadap parameter lain bersifat ektrim, bahkan berlanjut kepada kepada kondisi udang stres dan mudah terserang penyakit yang mematikan
Bertujuan untuk memperoleh keseimbangan parameter kunci kualitas lingkungan air media pemeliharaan udang dan untuk memperoleh kestabilan plankton di tambak sehingga diharapkan memperoleh produksi yang optimal. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk mendapatkan sintasan (SR) udang yang dipelihara di atas 65 % dan target berat rata-rata sekitar 27 gram; 2) Efektifitas probiotik terhadap penguraian bahan organik air dan tanah; dan 3) kestabilan kemelimpahan plankton, yaitu > 8.000 sel/cc.
Tahap awal penyiapan air media dilakukan pemupukan dengan tujuan agar plankton tumbuh dan kemelimpahannya stabil. Saat penyiapan air media, probiotik diaplikasikan pada semua unit tambak yang digunakan. Sedangkan setelah dilakukan penebaran hingga menjelang panen aplikasi probiotik hanya pada petak pembesaran udang. Dosis yang digunakan berkisar antara 0,5 – 1,5 ppm dengan frekuensi pemberian 2 – 3 kali per minggu. Sedangkan jenis probiotik (bakteri pengurai) yang digunakan adalah Bacillus spp.
Hasil kegiatan yang terpantau, bahwa keberadaan kemelimpahan bakteri pengurai (Probiotik --- Bacillus spp) pada petak pembesaran berkisar antara 106 – 108, sedangkan pada petak endapan (saluran buang) mencapai 109. Rata-rata produksi udang windu dari 3 periode pemeliharaan yang menggunakan probiotik dengan kepadatan tebar antara 10 – 14 ekor/m2, yaitu mencapai 2.650 kg/8.000 m2 atau 3.300 kg /MT/ha, sedangkan 1 periode (siklus I) tanpa probiotik dengan panen premateur mencapai 585 kg (size ± 90). Data parameter kualitas lingkungan relatif stabil selama masa pemeliharaan. Aplikasi probiotik pada budidaya udang sistem tertutup dapat memberikan nilai tambah dari segi peningkatan survival rate (SR : 74 – 82 %), sehingga pada akhirnya memperoleh biomas yang optimal..          

Kata Kunci : Produktivitas, Probiotik, Udang Windu, Tambak Sistem Tertutup, Bacillus sp, Siklus

Makalah selengkapnya dapat di unduh di link Download