Kelompok Kegiatan Pembesaran
Hasil akhir dari kegiatan budidaya adalah berupa produksi biomas atau bagian dari biomas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Hasil ini dapat dicapai setelah melalui proses penumbuhan dari benih menjadi organisme berukuran konsumsi.
Di kelompok kerja ini dilakukan pengkajian mengenai segala saspek yang berkaitan dengan proses penumbuhan. Bahkan ujicoba penerapan system dan proses budidaya di sini tergolong kajian terap skala usaha. Secara garis besar pengkajian dan penerapan skala model serta skala komersial teknologi pembesaran komoditas tambak hingga dapat menghasilkan; informasi teknologi, paket teknologi dan paket usaha.
Hingga saat ini penekanan kajian teknik pembesaran dalam air payau adalah pemeliharaan organisme kultivan dalam tambak atau kolam yang memperoleh masukan air laut atau payau dari laut atau muara sungai di dekatnya. Secara umum aspek kajian yang berkaitan dengan kegiatan pertambakan ini meliputi :
- Pengaturan tata letak dan rancang bangun tambak
- Persiapan tambak
- Penebaran benih
- Manajemen pakan
- Pengaturan dan pengendalian kualitas air, dan
- Pemanenan hasil
Kecuali untuk perlakuan-perlakuan khusus seperti penerapan system biofiltrasi air tambak, budidaya terpadu dana lain-lain. Perlakuan khusus dalam persiapan lahan maupun selama periode pemeliharaan senantiasa dilakukan.
Penentuan standar dan perbaikan teknik dalam keenam aspek di atas senantiasa diupayakan mengikuti jenis organisme yang dibudidayakan, target produksi, serta input produksi yang tersedia. Dengan demikian pengguna teknologi budidaya diberi alternative untuk memilih standar teniki yang sesuai dengan kondisi lahan, kemampuan manajemen, dan finansialnya.
Sesuai dengan issue “Budidaya Ramaha Lingkungan” yang dicanangkan FAO dalam Code Of Conducts for Responsible Aquaculture pada tahun 1995 maka kegiatan ditekankan pada penerapan teknik budidaya :
- Sederhana, monokultur dan polikulture (udang, ikan atau keduanya)
- Smi- instensif monokultur dan polkultur resirkulasi dengan biofiltrasi dan
- biomanipulator (udang dengan banding, probiotik)
- Intensif monokultur dengan filtrasi fisik serta biologis (udang dan ikan
- karnivora bersama ikan bandeng/belanak dan rumput laut).
- Diversifikasi dan produksi komoditas cepat panen (misalnya jenis baru,
- produksi tokolan, fitoplankton, armia dewasa dan gelondongan)



