Diseminasi Teknologi, Pelayanan Magang dan Praktek Kerja
Kebijakan pemerintah untuk masuk dalam system ekonomi golabal di Asia Pasifik dan dunia, harus disambut dan diantisipasi dengan persiapan ke arah itu. Segala aspek termasuk dunia akuakultur tidak akan terlepas dari pengaruh system global. Kondisi bebas dalam globalisasi ekonomi memberi kesempatan sebagai pemenang atau korban yang kehilangan peluang. Semua pelaku ekonomi termasuk bisnis akuakultur akan tumbuh pada hukum persaingan bebas.
BBP-BAP dituntut tampil dan memberi andil dalam menyiapkan masyarakat perikanan yang bukan lagi sebagai petani gurem, tapi petani yang bersikap sebagai masyarakat kosmopolitan dan menampilkan kebesaran bangsanya. Dengan demikian masyarakat perikanan tidak menjadi obyek pemanfaatan penguasa kapital, akan tetapi sebaliknya mampu menarik keuntungan dalam system global tersebut.
Fasilitas perangkat keras dan tenaga kerja yang merupakan asset BBP-BAP akan dapat lebih bermanfaat bila digunakan lebih dari sekedar ujicoba dan kaji terap. Lembaga ini diharapkan dapat berfungsi secara maksimal dan berdaya guna. Sedangkan sebagai indikator keberhasilan yang dapat dinilai adalah tingkat pemahaman dan penerapannya di masyarakat yang dapat dicapai melalui:
- Pembinaan penelitian mahasiswa.
- Magang/ praktek kerja siswa atau nelayan dan petambak muda.
- Pelatihan bagi calon pelatih atau petani andalan.

- Pelatihan bagi teknisi dan calon teknisi.
- Pembinaan langsung dan tidak langsung pada dempond daerah.
- Pelaksanaan dempond skala komersial di masyarakat.
- Pembinaan proaktif dengan pemerintah daerah dan asosiasi budidaya/pembenihan.
- Penyebarluasan leaflet, juknis dan informasi teknis ke petambak individu dan anggota kelompok.
- Penyebarluasan masalah penting dan strategis melalui media massa.



