1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Kamis, 23 Februari 2012
Berkas Download
Halaman Awal Pencarian Berkas Kirimkan Berkas Up
Keterangan
Rekayasa pemeliharaan postlarva udang vaname Melalui pemindahan ke dalam berbagai Kapasitas wadah

 

               Selama ini pada unit pembenihan menggunakan satuan volume atau luasan bak pemeliharaan yang minimal berkapasitas 10 m3. Kapasitas volume wadah tersebut umumnya dipertahankan hingga panen. Untuk udang yang bersifat benthic seperti udang windu, sistim tersebut sangat memadai walaupun dibutuhkan sarana dan prasarana yan lebih besar. Sebaliknya pada udang vaname, Litopenaeus vannamei yang lebih bersifat melayang dalam kolom air maka akan lebih memanfaatkan volume media pemeliharaan dibandingkan luasan wadah. Di beberapa unit pembenihan udang penaeid telah diterapkan sitim pemeliharaan benih dengan cara pemindahan kedalam wadah baru setelah benih melewati setengah masa pemeliharaan. Penerapan sistim pemindahan kedalam wadah berukuran lebih kecil atau volume air lebih rendah memungkinkan benih lebih efektif dalam memanfaatkan pakan, benih tumbuh lebih cepat, kehidupannya relatif tinggi dan efisien dalam penggunaan air. Oleh karena itu dicoba sistim tersebut dalam pemeliharaan postlarva udang vaname.

         

              Metode perekayasaan dimulai dengan pemeliharaan nauplius udang vaname, L. vannamei induk udang nusantara I hasil selective breeding dari BBAP Situbondo hingga stadia postlarva umur 4 hari (PL4) dalam wadah bak ukuran 4 x 2 x 1,5 m dengan volume air 10 m3. Seluruh benih PL4 dipindahkan ke masing-masing bak outdoor, ukuran 2 x 1,5 x 6 m berisi air volume 3 m3 dan 5 m3 serta 7 m3 hingga umur PL12. Pada perlakuan kontrol, postlarva tetap dipelihara dalam wadah pemeliharaan indoor yang sama (tanpa pemindahan ke wadah baru) dengan volume 10 m3. Media pemeliharaan PL diisi air dari media awal sesuai volume perlakuan masing-masing. Penggantian air pada pemeliharaan postlarva dalam wadah perlakuan dilakukan tiap hari pada pagi hari sebanyak 30 % (stadia PL4-PL8) dan 50 % (stadia PL9 hingga PL12) dari volume media pemeliharaan masing-masing perlakuan dan kontrol. Air segar dialirkan selama 12 jam mulai sore hingga pagi hari dengan debit 1 liter/10 detik.

 

              Hasil perekayaaan menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjadi penurunan populasi yang cukup besar setelah perubahan ke stadia postlarva 4 (PL4) dan terus menurun setelah pemindahan ke wadah yang baru dengan volume media lebih rendah. Kehidupan postlarva 12 hari (PL12) tertinggi diperoleh pada perlakuan pemindahan kedalam wadah volume 5 m3 yaitu 27,20 %. Selanjutnya 22,94 %; 22,05 % dan 21,44 % masing-masing untuk volume 3 m3, 10 m3 dan 7 m3 yang dihitung dari jumlah penebaran nauplius. Sedangkan terhitung dari jumlah penebaran PL4 tingkat kehidupan PL12 maka kehidupan postlarva adalah 83,95 %, 73,88 %, 67,84 % dan 66,58 % masing-masing untuk perlakuan P5, P3, K dan P7. Rata-rata pertumbuhan panjang dan berat PL12 tertinggi dicapai oleh perlakuan pemindahan kedalam volume 5 m3 yaitu 7,96 mm dan 1,866 mg/ekor dibandingkan perlakuan lain (3 m3, 7 m3 dan 10 m3 atau kontrol). Identifikasi virus pada PL12 untuk semua perlakuan diketahui positif terhadap IHHNV dan positif TSV hanya pada perlakuan pemindahan kedalam volume 5 m3 .

Kata kunci : Postlarva, vaname, kapasitas bak




Data

Ukuran 90.16 KB
Kali Didownload 12
Bahasa
Lisensi
Pembuat Mohamad Soleh, Abidin Nur II dan Beni Supriyanto
Website
Harga
Dibuat Pada 2011-09-12 15:41:56
Dibuat Oleh chorim
Diubah Pada
Diubah Oleh

Download