1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Kamis, 23 Februari 2012

TEKNIK BUDIDAYA UDANG WINDU (P. monodon) INTENSIF DENGAN GREEN WATER SYSTEM MELALUI APLIKASI PUPUK NITRAT DAN PENAMBAHAN SUMBER UNSUR KARBON

PDF Cetak Surel

Ditulis oleh Supito Darmawan Adiwidjaya

udangPerubahan lingkungan tambak yang drastis akan menyebabkan udang stres dan lemah serta memacu serangan patogen penyakit. Menjaga kestabilan lingkungan melalui green water system, yaitu menjaga kestabilan plankton dengan dominasi Chloropiceae melalui penambahan pupuk nitrat dan penambahan sumber karbon (tepung tapioka). Ujicoba dilakukan pada pada tambak sebanyak 2 unit dengan luas masing-masing 1.000 m2.
Kontruksi pematang terbuat dari pasangan batu (concreat) dengan dasar tambak dari tanah (70%) dan betuk petakan bulat. Lay out tambak menggunakan sistem tandon/biofilter untuk mengelola air sebelum digunakan untuk petak pembesaran. Pemasukan air menggunakan pompa submersible dengan saringan ganda menggunakan planktonet. Aerasi menggunakan kincir dan blower (super cash). Padat penebaran benih udang windu 50 ekor/m2 dan 50 ekor/m2. Penggunaan pupuk Nitrat dosis 0,5 ppm dilakukan bila kecerahan air kurang dari 40 cm. Penambahan sumber karbon tepung tapioka 2 kali tiap minggu dengan dosis 10-20% dari total protein pakan yang ditebar di tambak. Pada persiapan air media dilakukan inokulasi Chlorella sp. Kestabilan kemelimpahan plankton selama pemeliharaan berwarna hijau kecoklatan dengan dominasi klas Chloropiceae hingga mencapai kepadatan 6,2.106 sel/lt. Parameter kualitas air lainnya selama pemeliharaan pada kisaran yang normal.
Produksi yang dihasilkan pada kajian/ujicoba ini adalah petak O-1 produksi 810 kg (SR 73% dan size 45 ekor/kg) dan petak O-2 produksi 803 kg (SR 74% dan size 46 ekor/kg).

Kata kunci: udang windu, P. monodon, green water system, pupuk nitrat dan sumber karbon (tepung tapioka)

makalah selengkpnya dapat di unduh di link dowloand